MENTAL HEALT
MENTAL HEALTH
Sehat sering kali dipersepsikan dari segi fisik saja.
Padahal sehat juga berarti tentang kesehatan jiwa. Sayangnya, persoalan
kesehatan jiwa masih dianggap kalah penting dibandingkan kesehatan fisik.
Padahal saat ini sudah ada asuransi kesehatan yang menawarkan perlindungan
terkait kesehatan mental.
Tidak hanya pada dewasa, gangguan mental atau masalah
kejiwaan lebih mudah terjadi pada generasi muda, terutama remaja yang baru
menapaki usia dewasa muda. Tentu saja, ada banyak hal yang menyebabkan kondisi
ini, seperti sering mengalami perilaku tidak menyenangkan yang berujung trauma,
baik di lingkungan sekitar dan keluarga.
Trauma yang tidak teratasi ini terakumulasi dan
menyebabkan stres. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang menyadari anak mereka
mengalami gangguan mental. Padahal, gejalanya mudah dikenali, seperti suasana
hati yang cenderung berubah dalam waktu yang terbilang singkat, mudah marah dan
emosional, hingga menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan.
Selain perubahan hidup, teknologi juga turut
berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah
penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang
sebenarnya tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban
pikiran pada generasi muda. Mengapa anak milenial sering merasa insecure? Karena kritikan, ejekan, dan
cemoohan dari orang lain secara langsung bisa membuat mereka merasa insecure dan merasa tidak berharga serta
melihat orang lain yang mengeluh atau menjelekkan dirinya sendiri akan memulai
kita mempertanyakan keberhargaan diri sendiri hinga berujung insecure.
Ada banyak bentuk perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) yang mungkin
tidak kita sadari. Self harm adalah tindakan yang dilakukan dengan tujuan
menyakiti dirinya sendiri. Tanda-tanda tahap awal self harm yaitu :
·
Menyaksikan
tontonan yang membuat perasaan menjadi buruk
·
Mulai
suka menarik rambut untuk merasakan sensasi menyakitkan
·
Body shaming terhadap tubuh sendiri
·
Membiarkan
tubuh kelaparan dan kehausan
·
Membiarkan
orang lain menyakitimu secara fisik ataupun emosional
·
Sering
mencubit kulit saat sedang panik.
Tips mencegah
self harm:
·
Ubah
suasana di sekitarmu, misalnya dekorasi ulang tempat tidurmu
·
Beteriak
sekencang-kencangnya atau menangis untuk melepaskan emosi
·
Menggenggam
sesuatu yang kecil dan lembut
·
Lakukan
kegiatan yang lain agar harimu menjadi produktif
Di usia remaja ini, pasti kita akan berada di fase diterima atau ditolak,
kebanyakan sih kalau diterima itu menyenangkan, tetapi ada juga fase saat kita
ditolak. Ditolak itu memang sakit, gimana ya cara menghadapinya dengan bijak?
Ketika ditolak, wajar kalau kita merasa kecewa atau sedih bahkan marah.
Kenalilah emosi-emosi ini dan gapapa untuk merasa demikian, tetapi jangan
berlama-lama untuk terus-menerus larut dalam emosi tesebut, ubah cara pandang
kita terhadap penolakan dengan mencari sebabnya mengapa demikian. Mungkin ada
yang salah dalam penyampaianmu atau usahamu yang belum maksimal untuk
mendapatkan apa yang kamu inginkan? Jangan patah semangat untuk terus-menerus
mencoba! Yakinkan dirimu bahwa penolakan adalah jalan menuju kesuksesan.
Ada banyak rintangan dalam mengejar impian, terkadang rintangan ini yang
membuat kita merasa ingin menyerah dan pesimis. Hal-hal yang perlu diingat agar
tetap optimis mengejar impian :
·
Evaluasi
lagi apakah usahamu sudah maksimal dalam mengejar imipian
·
Apresiasi
kegagalan agar dapat meminimalkan kegagalan atau tidak mengalami kegagalan lagi
di masa depan
·
Jadikan
kegagalan sebagai pemacu untuk berkembang lebih baik ke depannya
·
Goals mu
sebenarnya bukanlah rencana yang terbaik untukmu melainkan mungkin saja hal-hal
kecil yang terjadi di sekitarmu itu adalah rencana terbaikmu
Pernah gak sih kalian ngerasa stres gara-gara mikirin hal negatif yang
sudah terjadi? Itu adalah Ruminasi. Ruminasi adalah kondisi kamu terjebak dalam
pikiran dan emosi negatif sampai merasa cemas dan stres. Ruminasi itu ibarat
lingkaran setan, yang tidak ada ujungnya. Mikirin pengalaman negatif, kamu jadi
hopeless, pesimis, dan menyerah
dengan keadaan, lalu menyalahkan dirimu sedniri atas pengalaman negatif yang
terjadi di masa lalu. Ruminasi membuat diri kita terus-menerus memikirkan hal negatif sampai
jadi stress dan pesimis. Saat pikiran sudah campur aduk, kita semakin kesulitan
mencari solusi atau jalan keluar dari masalah tersebut. Beberapa cara keluar
dari lingkaran setan Ruminasi adalah:
·
Cari
kegiatan biar kalian lupa sama hal-hal negatif.
·
Jangan
terlalu berekspektasi tinggi terhadap orang lain atau sesuatu.
·
Fokus
untuk memperbaiki diri sendiri menjadi lebih baik.
Membuat kesalahan di masa lalu terkadang meninggalkan rasa penyesalan yang begitu
besar terhadap diri sendri. Bagaimana cara kita keluar dari perasaan terjebak
dalam penyesalan?
·
Terima
kenyataan bahwa kamu memang melakukan sebuah kesalahan
·
Temukan
sisi positif dari kesalahan yang kamu perbuat. Jangan sampai kesalahan itu
terulang kembali
·
Persiapkan
masa depanmu dengan hal-hal yang bisa kamu kontrol
Comments
Post a Comment